Rabu, 02 Januari 2013

Chapter 5: Still keep in touch



Malam sudah semakin larut.
Lamat-lamat, audio di kamar Luphieta mengalunkan nada-nada instrument dari Kitaro. Disudut
Ruangan, laptop di atas meja masih menyala menemani Luphieta yang masih saja tenggelam dalam keasyikan mengeluarkan ide2 disain.
Sesekali Ia menjawab chating dari beberapa teman facebooknya.

Mrs Laura memberi kepercayaan pada Luphieta untuk mengajukan beberapa Disain gaun pesta.  Jika sesuai dengan tema yang sudah dipilih  untuk dipamerkan pada Jakarta Fashion Week 2 bulan lagi,  Mrs. Laura berjanji akan memakai 1 Disain baju pesta dari Luphieta.

Rencana Luphieta akan mengajukan 3 Disain.  2 sudah siap, tinggal 1 Disain lagi.  Itupun tinggal beberapa penyesuain lagi,





di waktu yang sama..
Jauh dari Denpasar,
Rhiesqy  nampak masih  sibuk menghabiskan malam dengan setumpuk kertas bertuliskan teori - teori skripsi.
Sesekali jari-jari Rhiesqy cepat mengetik sesuatu di keyboard laptopnya.

Beberapa kali dahi Rhiesqy mengernyit berusaha fokus dengan skripsinya.
Entah mengapa, sejak kepulangannya dari Bali bersama Dimaz, Ia menjadi lebih sulit berkonsentrasi.  Tiap kali Ia berhasil fokus dengan skripsinya , Tak lama pasti dibuyarkan dengan sosok Luphieta yang entah mengapa menyita pikirannya.  Ada rasa selalu ingin bertemu dengan Luphieta.

Baru saja Rhiesqy berhasil mengumpulkan konsentrasinya, tiba-tuba kembali buyar karena ada notifikasi di Facebook, yang sengaja dibiarkan online di laptop Nya.
Notifikasi di Facebook Nya menunjukkan ada
Permintaan pertemanan dari Keyko.

Rhiesqy tersenyum, Keyko .. Bukankah dia  teman Luphieta.
Kali ini perhatiannya benar2 teralihkan dari skripsi, berusaha mencari2 nama Luphieta dari daftar
Pertemanan Keyko.

Segera setelah menemukan nama
Keyko, Rhiesqy mengirimkan pesan
Dan kemuadian dengan penuh harap Ia menunggu jawaban...


sementara, saat inbox dari Rhiesqy terdeteksi pada facebook Luphieta, spidol warna khusus baru saja diraihnya untuk menyelesainkan disain ke-3 Luphieta.
Sekilas ekor matanya melirik ke tanda inbox .
Tapi Luphieta memilih untuk kembali fokus dengan disainnya.

Tak lama, Disain terakhir siap. Segera dirapihkannya meja dan menyimpan 3 Disain baju pestanya ke dalam map khusus.

Laptop pun sudah hendak dimatikannya , tapi ada rasa penasaran siapa yang mengiriminyaa inbox .

Cursor mouse di arahkan ke menu inbox

' Malam Phie.. Masih ingat aku ngga ya :p '

Dahi Luphieta mengernyit.
Nama di inbox tertulis
Dharma Rhiesqy Santoso

Luphieta mencoba mengingat, sembari memperhatikan foto profile, yang Ternyata Tak
Banyak membantu karena memakai image jeep.

' malam juga.. Siapa ya ?'

' Temen Dimaz ..'

Segera sosok pemuda Jawa yang sopan terbayang di benak Luphieta, dan entah mengapa rasa kantuk yang tadi sudah
Membuat mata Luphieta berat, mendadak hilang.

' Hi .. Rhies .. Gimana kabar :) '

' baik ... belum tidur ? '

' belum..ini baru mau
Akan '

' gimana kabar project ? .. Jadi kan ke Jakarta ..?'

' ini lagi proses..Dapet kepercayaan dari Mrs Laura nich.. Diminta nyumbang Disain ..'

' Phie keren ya... Bisa jadi disainer lhoc'

'Aamiin ..'

'boleh minta tolong ?'

'kalau aku bisa .. Kenapa tidak '

' Kemaren waktu
Di Bali .. Sempat lihat syal di JOGGER.. Tapi kelupaan mau beli..'

'JOGGER ya... Hmmm  dekat kok Ama tempat ku kerja..'

' besok aku transfer ya ..'

' boleh .. Nanti aku SMS
Nomer rekening ya '

'ok..ok.. '

' Udah ngantuk.. Aku off dulu ya..'

' Ok.. Makasih ya'

' yup..'

Luphieta termenung setelah mematikan laptopnya.
Pikirannya melayang membayangkan Rhiesqy.

Entah mengapa saat- saat mereka berdua menghabiskan waktu masih terbayang jelas,
Dan setiap kali Luphieta mengingatnya ada perasaan yang membuat hati Luphieta berkesan mendalam.

' Ya ALLAH ..
jika Rhiesqy memang Engkau dekatkan
Karena Ia memang tercipta untukku..
Lindungi kami berdua dari sesuatu yang tidak Engkau sukai ...
Persatuan kami dengan cara MU yang terindah
Aamiin...'

Pinta Luphieta dalam doanya sebelum tidur:

. . .



jam 12 siang , Luphieta nampak  melenggang ringan melintas di Depan deretan toko kawasan pantai kuta.
Satu belokan lagi Ia akan sampai ke toko tujuannya, JOGGER.
Sambil berjalan, tangan Nya sibuk memainkan virtual keyboard telepon genggam nya , saling berkirim pesan dengan Rhiesqy.  sesekali tetap waspada dengan apa yang ada di depannya

' nyampai mana ?'

' bentar lagi ..'

' capek Yaa :p ..'

' haha.. Ngga berasa .. Khan ada yg nemenin ..'

' siapa..?'

' Yaa... Orang .. Tuch pada lewat ..'

' ha..ha.. Kirain bareng Keyko..'

' bentar nitip barang dulu..'

' dah sampai ya..'

' yup..'

Luphieta mengambil dompet di dalam tas, lalu menyerahkan tas Nya pada gadis yang menjaga penitipan barang di toko JOGGER.

" makasih .. Mbak.."

Segera Luphieta menuju ke bagian di toko JOGGER yang khusus menjual barang2 kerajinan Bali.

Ada banyak bentuk dan warna syal yang di pamerkan di dinding.
Luphieta memilih beberapa dan kemudian di fotonya agar bisa memudahkan Rhiesqy memilih.

Dikirimnya beberapa image ke Rhiesqy..

' mau yang mana ..?'

'menurut Phie ..? Paling suka yang mana ?'

' em.. Yang image ke 2.. Warna Nya keren, tekstur Nya juga unik ..'

' uhum.. Percaya Dech Ama
Pilihan designer ..'

'ih jadi ngeledek Yaa..'

' ha..ha.. Sayang wajah Phie yang lagi cemberut ngga kelihatan..'

'emang tau ..'

' ya tau laa..'

Tanpa sadar Luphieta tersenyum.
Kehadiran Rhiesqy, meski hanya melalui pesan2 singkat, Ternyata itu bisa  membuat Luka hati yang dibuat Bima berangsur2 sembuh. 
Luphieta Tak ingin berharap
Terlalu banyak pada Rhiesqy, bisa selalu menjadi sahabat, bagi Luphieta itu sudah cukup membuatnya Bersyukur .

Sambil berjalan ke kasir, Tak sengaja Luphieta melirik deretan topi yang dipajang dengan unik.
Terpikirkan untuk sekedar membawakan Rhiesqy oleh-oleh jika Ia datang ke Jakarta.
Luphieta Tak Ingin asal menebak warna favorit Rhiesqy,

Lewat whatsapp dikirimnya pesan untuk Rhiesqy

' woii.. Warna kesukaan Rhies apa ?'

' biru.. Emang kenapa ?'

Luphieta gelagat an mencari jawaban, Ia ingin ini menjadi kejutan kecil untuk Rhiesqy.

'um... Syalnya.. Warna merah .. Bukan biru .. Gak apa-apa kah ?'

' wakakakaaakkk.. Gak apa lah..bukan buat aku kok syal Nya ..'

Mendadak ada sedikit riak cemburu di hati Luphieta, siapa perempuan yang amat beruntung mendapat syal dari Rhiesqy ?
Tapi buru-buru ditepisnya riak cemburu itu.  Luphieta berusaha menyakinkan diri Ia bisa jadi sahabat buat Rhiesqy tanpa pamrih .
Ia pun Tak ingin tergesa menentukan pilihan untuk menambatkan hatinya.

Setelah memilih 1 topi istimewa, Luphieta segera menuju
Ke kasir. Ia Tak ingin terlalu lama di toko, karena pasti Mrs. Laura sudah cemas menunggunya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar