Sabtu, 16 Februari 2013

Bad choice




Malam ini, Dimaz bermalam di rumah kos Rhiesqy,
Tidak seperti malam- malam kemaren .. yang biaas mereka berdua habiskan dengan petualangan malam di jogjakarta.

Tenggat waktu dari tugas akhir  memaksa mereka berdua untuk mengerjakan tugas bersama.

Audio set di kamar Rhiesqy mengalunkan lagu berirama pelan dari Michael Buble.
Rhiesqy kelihatan serius menyalin beberapa catatan dari atas kertas ke laptop nya di meja  dan Dimaz
juga melakukan hal yang sama, bersandar tembok kamar, duduk sembarangan sofa.

" Rhies .. Aku  lagi jatuh cinta .."

" hmmm.. "
Jawab Rhiesqy sambil lalu,

" caranya buat dia tahu kalau aku jatuh cinta dengan nya .. Gimana ya ?"

" ya bilang aja.."

" dia .. Perempuan pertama ku .."

Rhiesqy menghentikan aktifitasnya, dan membalikkan badan kemudian memandang Dimaz dengan tatapan Tak percaya .

" Beneran ?? "

" bingung aku .. Harus ngomong seperti apa?? "

Rhiesqy tergelak melihat wajah Dimaz yang nampak kebingungan.

" ah..! Kamu .. Kalau bisanya ketawa mana bisa bantu aku .."

" serius nich?? Baru kali ini...?"

" kamu pernah kah .. Lihat aku jalan hanya berdua ? Pdengan perempuan ..?"

Semakin terbahak Rhiesqy jadinya.

"Wooii .. Ini serius.."

" iya..iya.. Cari tahu dulu kesenangan Nya apa ?? Ajak dia bicara cerita tentang kesenengan dia apa .."

Dimaz membalikkan badannya dari laptop.

" Tapi Rhies ..
Dia jauuhhh.."

"jauh bagaimana?"

" Dia nggak di Jogja..lain kota"

Rhiesqy tergelak..
Sejenak dibiarkan ya Dimaz terbelalak kesal ..

" waaahh.. Malah ngakak .. Bukannya dibantu ..!"

"halllooo .. Sekarang Yaa bukan jamannya Majapahit ..
Telepon ada, Internet 24 jam, skype pengen lihat wajahnya ..bisa  banget.."

Dimaz hanya menyeringai , digaruk-garuknya kepalanya sendiri meski Tak gatal.

"iya..ya.."

Semakin terbahak Rhiesqy melihat tingkah Dimaz yang sedang jatuh cinta ..

"tapi aku ngga tau dia sukanya apa ?"

" nanya ke teman dekat dia .. Bisa to? Kenal sama sahabatnya?"

Dimaz hanya mengangguk.

" trus .. Harus  ngomong  apa sama dia ??"

" hahaha ... Harus aku juga ya yang pikir in ? ... Usaha Dong .."

Dimaz kembali membalikkan badannya
Ke laptop.
Untuk beberapa menit, jari2 Dimaz

" Rhies..
Mau kirim inbox .. Tapi takut ngga bener nich kata-kata ku..
Bantu Dunk .."

Sambil tergelak Rhiesqy beranjak dari tempatnya ...
Menghampiri Dimaz,
Sungguh raut wajah Dimaz membuat Rhiesqy Tak bisa menahan tawa...

Rhiesqy berusaha menggeser Dimaz dari kursinya.
" minggir .. Sini coba aku .. Li..."


Mendadak Rhiesqy terdiam ..
Melihat foto profile seorang Wanita yang sedang mbuat sahabatnya kasmaran.

Itu foto Luphieta ..
Mengapa harus Luphieta .. ??

Rhiesqy terdiam sementara Dimaz masih saja dengan binar binarnya menceritakan tentang Luphieta ini, Luphieta begitu, Luphieta .. Dan Luphieta

Sementara Rhiesqy
Hanya terdiam.. Membisu..

Rabu, 02 Januari 2013

Chapter 5: Still keep in touch



Malam sudah semakin larut.
Lamat-lamat, audio di kamar Luphieta mengalunkan nada-nada instrument dari Kitaro. Disudut
Ruangan, laptop di atas meja masih menyala menemani Luphieta yang masih saja tenggelam dalam keasyikan mengeluarkan ide2 disain.
Sesekali Ia menjawab chating dari beberapa teman facebooknya.

Mrs Laura memberi kepercayaan pada Luphieta untuk mengajukan beberapa Disain gaun pesta.  Jika sesuai dengan tema yang sudah dipilih  untuk dipamerkan pada Jakarta Fashion Week 2 bulan lagi,  Mrs. Laura berjanji akan memakai 1 Disain baju pesta dari Luphieta.

Rencana Luphieta akan mengajukan 3 Disain.  2 sudah siap, tinggal 1 Disain lagi.  Itupun tinggal beberapa penyesuain lagi,





di waktu yang sama..
Jauh dari Denpasar,
Rhiesqy  nampak masih  sibuk menghabiskan malam dengan setumpuk kertas bertuliskan teori - teori skripsi.
Sesekali jari-jari Rhiesqy cepat mengetik sesuatu di keyboard laptopnya.

Beberapa kali dahi Rhiesqy mengernyit berusaha fokus dengan skripsinya.
Entah mengapa, sejak kepulangannya dari Bali bersama Dimaz, Ia menjadi lebih sulit berkonsentrasi.  Tiap kali Ia berhasil fokus dengan skripsinya , Tak lama pasti dibuyarkan dengan sosok Luphieta yang entah mengapa menyita pikirannya.  Ada rasa selalu ingin bertemu dengan Luphieta.

Baru saja Rhiesqy berhasil mengumpulkan konsentrasinya, tiba-tuba kembali buyar karena ada notifikasi di Facebook, yang sengaja dibiarkan online di laptop Nya.
Notifikasi di Facebook Nya menunjukkan ada
Permintaan pertemanan dari Keyko.

Rhiesqy tersenyum, Keyko .. Bukankah dia  teman Luphieta.
Kali ini perhatiannya benar2 teralihkan dari skripsi, berusaha mencari2 nama Luphieta dari daftar
Pertemanan Keyko.

Segera setelah menemukan nama
Keyko, Rhiesqy mengirimkan pesan
Dan kemuadian dengan penuh harap Ia menunggu jawaban...


sementara, saat inbox dari Rhiesqy terdeteksi pada facebook Luphieta, spidol warna khusus baru saja diraihnya untuk menyelesainkan disain ke-3 Luphieta.
Sekilas ekor matanya melirik ke tanda inbox .
Tapi Luphieta memilih untuk kembali fokus dengan disainnya.

Tak lama, Disain terakhir siap. Segera dirapihkannya meja dan menyimpan 3 Disain baju pestanya ke dalam map khusus.

Laptop pun sudah hendak dimatikannya , tapi ada rasa penasaran siapa yang mengiriminyaa inbox .

Cursor mouse di arahkan ke menu inbox

' Malam Phie.. Masih ingat aku ngga ya :p '

Dahi Luphieta mengernyit.
Nama di inbox tertulis
Dharma Rhiesqy Santoso

Luphieta mencoba mengingat, sembari memperhatikan foto profile, yang Ternyata Tak
Banyak membantu karena memakai image jeep.

' malam juga.. Siapa ya ?'

' Temen Dimaz ..'

Segera sosok pemuda Jawa yang sopan terbayang di benak Luphieta, dan entah mengapa rasa kantuk yang tadi sudah
Membuat mata Luphieta berat, mendadak hilang.

' Hi .. Rhies .. Gimana kabar :) '

' baik ... belum tidur ? '

' belum..ini baru mau
Akan '

' gimana kabar project ? .. Jadi kan ke Jakarta ..?'

' ini lagi proses..Dapet kepercayaan dari Mrs Laura nich.. Diminta nyumbang Disain ..'

' Phie keren ya... Bisa jadi disainer lhoc'

'Aamiin ..'

'boleh minta tolong ?'

'kalau aku bisa .. Kenapa tidak '

' Kemaren waktu
Di Bali .. Sempat lihat syal di JOGGER.. Tapi kelupaan mau beli..'

'JOGGER ya... Hmmm  dekat kok Ama tempat ku kerja..'

' besok aku transfer ya ..'

' boleh .. Nanti aku SMS
Nomer rekening ya '

'ok..ok.. '

' Udah ngantuk.. Aku off dulu ya..'

' Ok.. Makasih ya'

' yup..'

Luphieta termenung setelah mematikan laptopnya.
Pikirannya melayang membayangkan Rhiesqy.

Entah mengapa saat- saat mereka berdua menghabiskan waktu masih terbayang jelas,
Dan setiap kali Luphieta mengingatnya ada perasaan yang membuat hati Luphieta berkesan mendalam.

' Ya ALLAH ..
jika Rhiesqy memang Engkau dekatkan
Karena Ia memang tercipta untukku..
Lindungi kami berdua dari sesuatu yang tidak Engkau sukai ...
Persatuan kami dengan cara MU yang terindah
Aamiin...'

Pinta Luphieta dalam doanya sebelum tidur:

. . .



jam 12 siang , Luphieta nampak  melenggang ringan melintas di Depan deretan toko kawasan pantai kuta.
Satu belokan lagi Ia akan sampai ke toko tujuannya, JOGGER.
Sambil berjalan, tangan Nya sibuk memainkan virtual keyboard telepon genggam nya , saling berkirim pesan dengan Rhiesqy.  sesekali tetap waspada dengan apa yang ada di depannya

' nyampai mana ?'

' bentar lagi ..'

' capek Yaa :p ..'

' haha.. Ngga berasa .. Khan ada yg nemenin ..'

' siapa..?'

' Yaa... Orang .. Tuch pada lewat ..'

' ha..ha.. Kirain bareng Keyko..'

' bentar nitip barang dulu..'

' dah sampai ya..'

' yup..'

Luphieta mengambil dompet di dalam tas, lalu menyerahkan tas Nya pada gadis yang menjaga penitipan barang di toko JOGGER.

" makasih .. Mbak.."

Segera Luphieta menuju ke bagian di toko JOGGER yang khusus menjual barang2 kerajinan Bali.

Ada banyak bentuk dan warna syal yang di pamerkan di dinding.
Luphieta memilih beberapa dan kemudian di fotonya agar bisa memudahkan Rhiesqy memilih.

Dikirimnya beberapa image ke Rhiesqy..

' mau yang mana ..?'

'menurut Phie ..? Paling suka yang mana ?'

' em.. Yang image ke 2.. Warna Nya keren, tekstur Nya juga unik ..'

' uhum.. Percaya Dech Ama
Pilihan designer ..'

'ih jadi ngeledek Yaa..'

' ha..ha.. Sayang wajah Phie yang lagi cemberut ngga kelihatan..'

'emang tau ..'

' ya tau laa..'

Tanpa sadar Luphieta tersenyum.
Kehadiran Rhiesqy, meski hanya melalui pesan2 singkat, Ternyata itu bisa  membuat Luka hati yang dibuat Bima berangsur2 sembuh. 
Luphieta Tak ingin berharap
Terlalu banyak pada Rhiesqy, bisa selalu menjadi sahabat, bagi Luphieta itu sudah cukup membuatnya Bersyukur .

Sambil berjalan ke kasir, Tak sengaja Luphieta melirik deretan topi yang dipajang dengan unik.
Terpikirkan untuk sekedar membawakan Rhiesqy oleh-oleh jika Ia datang ke Jakarta.
Luphieta Tak Ingin asal menebak warna favorit Rhiesqy,

Lewat whatsapp dikirimnya pesan untuk Rhiesqy

' woii.. Warna kesukaan Rhies apa ?'

' biru.. Emang kenapa ?'

Luphieta gelagat an mencari jawaban, Ia ingin ini menjadi kejutan kecil untuk Rhiesqy.

'um... Syalnya.. Warna merah .. Bukan biru .. Gak apa-apa kah ?'

' wakakakaaakkk.. Gak apa lah..bukan buat aku kok syal Nya ..'

Mendadak ada sedikit riak cemburu di hati Luphieta, siapa perempuan yang amat beruntung mendapat syal dari Rhiesqy ?
Tapi buru-buru ditepisnya riak cemburu itu.  Luphieta berusaha menyakinkan diri Ia bisa jadi sahabat buat Rhiesqy tanpa pamrih .
Ia pun Tak ingin tergesa menentukan pilihan untuk menambatkan hatinya.

Setelah memilih 1 topi istimewa, Luphieta segera menuju
Ke kasir. Ia Tak ingin terlalu lama di toko, karena pasti Mrs. Laura sudah cemas menunggunya. 

Sabtu, 29 Desember 2012

chapter 4 - shiny day around Bali



matahari masih malu2 , belum juga memamerkan sinar jingga cantiknya.  Meski langit sudah Tak
Lagi gelap.

Jalan by pass Denpasar masih lengang.. Tak banyak yang melewatinya, maklum bukan musim liburan sekolah.
Dari sedikit kendaraan yang melalui bypass Denpasar , nampak melintas dengan kecepatan sedang, VW new beatle merah . 

Wajah2 ceria Dimaz, Rhiesqy, Keyko dan Luphieta berbaur selaras dengan warna merah VW new beatle itu.
Rhiesqy duduk di samping Dimaz yang sedang berkonsentrasi memgemudikan mobil.
Sedang, Keyko dan Luphieta duduk di bangku belakang.
Sesekali terdengar gelak tawa mereka mendengar lelucon Rhiesqy.

VW new beatle merah itu terus meluncur menuju pantai Nusa Dua.  Mereka sepakat ingin menyambut Sinar Jingga matahari yang cantik.




Bersamaan dengan munculnya sedikit si cantik  sinar jingga Matahari, Dimaz cekatan memarkir VW new beatle merah dekat dengan pantai, sementara Rhiesqy, Keyko , dan Luphieta ..
Sudah  berlomba mencari posisi ternyaman untuk menyambut sang matahari .

Keyko dan Luphieta segera menghamparkan tikar lipat..
Rhiesqy pun rela hati
Jadi tempat penitipan sementara, barang bawaan Keyko dan Luphieta ..

" 1 menit ya , biaya penitipan barang seratus rebu Yaa .."

Goda Rhiesqy pada 2 gadis itu..



" hahaha... Perhitungan banget .."
Keyko tergelak...

Di kejauhan .. Dimaz berusaha menyusul.
Luphieta melambaikan tangannya, memberi tanda pada Dimaz tempat mereka .. Meskipun Tak
Banyak orang di sekitar mereka, tapi rupanya Tak hanya mereka yang ingin menikmati sunrise.

Segera setela hamparan tikar lipat siap ntuk diduduki.., Keyko, dan Luphieta berlomba mencari posisi ternyaman, sementara Rhiesqy memilih menghampiri Dimaz yang Ternyata  Tak terlalu tertarik berebut tempat duduk, Ia Asyik dengan Peralatan Fotography nya. 

" Dimaz..!! fotoin kita Dunk .."

Setengah berteriak, Keyko meminta, Dimaz membalas nya dengan isyarat tangan pura2 Tak mendengar
Keyko.

"Phie.. Apaan sich yang kemarin..?"

Tanya Keyko sembari memeluk Luphieta dari belakang.

" he..he.. He.. Yang mana ya??"

"Selalu Dech .. Senangnya bikin aku penasaran."

"Beneran.. Lupa"
Phie mengernyitkan kening..

"Phie.."

Luphieta tergelak.. Senang berhasil membuat Keyko penasaran.

" Tahu nggak..di Jakarta Bakalan ada Jakarta Fashion Week..Kita nonton yuk .."

"Wah ..: mana cukup tabungan aku buat ke Jakarta .."

"Cukup lah... "

"kok bisa kamu yang lebih tau?... Hayyo .. Ada apa nich ...Kasih tau Dunk .."

" boutique Mrs.Laura ikut
Partisipasi Jakarta Fashion Week Desember besok .. Aku dapat tugas ke Jakarta ..."

Senyum ceria mengiringi Luphieta bercerita tentang tugas baru dari Mrs. Laura.

"yeiiiyyy.....!!! Keren..aku
Mau Yaa jadi Model .."

tanpa mereka berdua sadari, ternyata keributan mereka terdengar dan membuat Dimaz Dari kejauhan penasaran.

"Woii.. Apaan ??" Teriak Dimaz

keyko membalas nya dengan tergelak..
"hahaha... mau tau yaaa ...!"

Rhiesqy menghampiri Luphieta dan Keyko yang sedang asyik
Bercengkrama .

"apaan? Girang banget ..?"
Rhiesqy  penasaran..

"Aku mau ke Jakarta Fashion Week Desember nanti bareng Luphieta ..!"

"Beneran .. Phie ..??."
"Whooii.. Dim.. Ada yang mau ke
Jakarta nich.."

Teriak Rhiesqy
Dan Dimaz pun membalas dengan mengacungkan 2 jempol tangannya.

"wah .. Kalo Luphieta dan Keyko ke Jakarta.. Aku temenin Dech ..!"

Rhiesqy bersorak dalam hati,
Membayangkan Luphieta dtang ke Jakarta dan Berjuta rencana yang bermunculan di angannya.

"Yeiiyy... Makasih Rhiesqy..Beneran
Yaa ditemenin.."

Keyko berdiri dan mengulurkan tangan kanan nya pada Rhiesqy

" salaman dulu..."

Rhiesqy pun memyambut salam tangan Keyko

"janji ya.."

" Siap..!"

"kita.. Foto yuk .."
Keyko menarik tangan
Rhiesqy ..
Meninggalkan Luphieta.

Luphieta tersenyum melihat lagak Keyko berpose dengan Rhiesqy.

setengah melamun.. Pikiran Luphieta lagi2 kembali membayangkan wajah Bima..
... Andai saja...



tanpa disadarinya, ternyata rhiesqy sudah berdiri di depannya...mengulurkan tangannya

"Yuk ikutan foto.. ngga seru ah kalau ngelamun aja kaya' gitu ..."

...
"Iya .. iya.. hihihi ..."

Luphieta tersenyum sambil beranjak dari duduknya

"Gangguin orang ngelamun aja nich ..


,
kikuk Luphieta berusaha melepaskan genggaman rhiesqy.. dan merekapun beriringan berjalan ke tempat keyko yang sedari tadi sudah melambai2kan tangannya ...

" siap... Geseran ya Key.. Aku sebelah Luphieta.."
Teriak Dimaz...Segera setelah menekan tombol timer di Nikon D-80 nya, Dimas berlari.

 " say...Gigi..!"

Seru Rhiesqy
Dan Mereka pun bebarengan

" Gigi..iiii..!!"
Kemudian sama2 tergelak

" ha..ha..ha .. Rhiesqy aneh Dech ..
Kok Gigi .."




" Iya nich..  Ngaco..! Khan
Yang umum tuch Cheese .. Geto .."'

Mereka masih saja tergelak ...menertawakan Rhiesqy ..

"iya... iya... hahahaha....ha..ha, tapi yang nama Nya ngaco tuch ...."

Rhiesqy memberi kode pada Dimaz, kemudian dalam hitungan detik ia pun dengan cekatan
meraih topi yang dipakai Luphieta...

"kaya'  gini..."
Teriak rhiesqy..dan Kemudia berlari menjauh ...ke arah laut.

"Rhies .. Qy... Balikin..!!"

Luphieta pun mengejar Rhiesqy..dan Keyko pun mengekor di belakangnya ..
.. Membantu Luphieta mengambil topinya, meski
Tujuan sebenarnya bukan membantu Luphieta , tapi maen air !!

dan Dimaz kembali asyik dengan Nikon d-80 nya.
Membekukan moment indah teman-temannya sambil Sesekali Dimaz ikut tergelak, saat mengamati tingkah Rhiesqy, Luphieta dan Keyko lewat Lensa Nikon 70-300mm VR II nya.

Puas bermain Air, mereka melanjutkan perjalanan ke Ubud.
Dimaz, tertarik mengunjungi musium lukisan milik maestro Antonio Blanco.




 



Rabu, 26 Desember 2012

Chapter 3 - going home with Rhiesqy






15 menit yang lalu, Keyko dan dimaz sudah Turun di rumah Keyko.

Kini, hanya Luphieta dan Rhiesqy, yang masing2 membisu.

Luphieta, masih saja Tak
Bisa mengusir paksa bayangan Bima.. Sementara Rhiesqy sibuk mencari bahan pembicaraan agar suasana canggung ini berakhir.

"Kita.. Lewat mana ya ?... nanti nyasar  aku yang kena marah  Keyko .."

Luphieta tersadar dari lamunannya..dan tersenyum.

"Eh .. Maaf .. Lupa mau kasih tahu jalannya .."

Rhiesqy tersenyum..
" ngga apa-apa.. Kepikiran pacar Yaa.."

"Pacar?? Yang mana ..? Eh Depan belok kanan Yaa.."

"OK... Yang tadi , yang di pizza Hut.."

"Ih .. Itu mantan.."

"Wah ..ada harapan dunk.."

Luphieta tersipu.
" Ih.. Rhiesqy Bisa aja.."

"eh bener lhoc.. Kalau aku Punya pacar seperti Luphieta .. Ngga akan Dech aku sakiti .. Rugi besar Dech .."

"ihh..bisa aja..Udah ngga usah bahas pacar yaaa ...Depan belok kanan trus ambil jalur kanan yaaa..."

"siap!... navigatornya keren ! Wah bisa nich nemenin aku Rally.."

"Wah.. Rhies suka Rally Yaa ...
Mau dunk diajakin .."

" bener nich ..? Mau ikut aku Rally.. jadi navigator yaa.. "

"serius ... Pengen tau aja rasanya rally kayak gimana sich ..belok kanan ya"

"OK Dech ... Nanti aku
Kabarin yaaa kalo ada jadwal Rally..ngga boleh nolak yaa..."

"yeiiiyyy...Rhies baik Dech ..."

" Tapi nanti kita Rally Nya ngga di jalan raya lhoc.."

"kok bisa..emang ada Rally yang ngga dijalan raya ??
Eh di Depan pos itu berhentinyaa ... Kita Udah sampai.."

Ada sedikit kecewa, hrs segera berpisah dengan Luphieta .. Rhiesqy memutar otak.. Mencari  ide untuk bisa lebih lama lagi bersama
Luphieta .

"wah.. Maapin...Aku tadi ngga terlalu merhatiin jalannya ..apalagi balik ke Homestay ku... "

"yaaa... Gimana Dunk.."

"ada ide.?? atau ....."

Luphieta menjadi iba melihat wajah kebingungan rhiesqy..

"Gini aja.. Kita bareng ke Homestay Rhiesqy .. Trus balik lagi kesini.. Lagi pula besok Rhiesqy  harus jemput Aku lagi Khan ..."

Rhiesqy bersorak dalam hati
Kegirangan..rencana nya berhasil !

"OK ...
Makasih banget yaaa"

"daripada Rhiesqy nyasar ... "

Luphieta  tertawa kecil.
Untuk beberapa detik .. Rhiesqy seperti terhipnotis dengan tawa kecilLuphieta.., bagi Rhiesqy senyuman yang melengkapi tawa kecil Luphieta lebih indah daripada senyuman pada lukisan Monalisa yang terkenal itu...


"eh cerita Dunk tentang Rally ...
Tadi keputus.."

Luphieta membuyarkan lamunan Rhiesqy ..

"sampai mana tadi... Depan belok mana?"

Segera Rhiesqy menutupi kagetnya dengan bertanya sekenanya ..

"kanan.. Itu .. Rally tapi kok ngga di jalan raya.. Emang ada"

"ada.. Namanya offroad.. Kita Rally Nya di hutan ..lebih keren ..kalo Rally di kota paling juga liatnya gedung2..bosan laahh .."

"Depan kiri Yaa.... Eh .. Keren ..mau..mau..mau.."

"ini juga sebenernya aku abis survei Medan.. Buat Rally taon Depan.."

"ohya... Belok kanan ya.. Trus putar balik.. Survei dimana?"

" rencana temen2 mau bikin event di Banyuwangi .. Phie ikut Yaa..."

" Aih... Trimakasih.. Mau banget ..eh jalan apa tadi Homestay Nya? "

"jalan Kartini..bener ya Phie ikut .. Nanti aku daftarin jadi co-driver.."

"di Depan kita belok kiri.. Udah nyampe jalan Kartini.."

"OK... "
ada sedikit kecewa di hati Rhiesqy.. ternyata homestay nya tak terlalu jauh dari rumah Luphieta.

"lhoc kok.. Kita ngga belok?"

"sudah agak ngerti kalo Udah sampai disini.."

"Rhiesqy tinggal di Jogja juga? Sama kayak Dimaz?"

"Enggak sich .. aku kuliah di Jogja, bareng 1 kampus dengan Dimaz .. Mama Papa tinggal di Jakarta... Phie keren yaa, masih SMA sudah magang .. jarang lhoc ada ABG kayak Phie .."

"Iih ... kok ABG sich .. ABG tuch masih smp... bentar lagi aku khan kuliah ..hehehe .. dah gedhe dunk .."

"Iya.. iya.... udah gedhe .."

Rhiesqy tergelak menjawab pembelaan diri Luphieta.

"Hmmm.. menurut Keyko.. Phie pinter fashion Design yaa .. kereeeennn..."

Luphieta kalang kabut menutupi pipinya yang entah mengapa tiba2 tersipu mendengar pujian dari Rhiesqy.
ada sedikit rasa bersalah pada Bima ..
baru saja ia memutuskan untuk berpisah dari Bima ... tapi mengapa secepat ini ia bisa jatuh hati pada Rhiesqy .. seorang teman baru ..
ditepisnya rasa itu ..
'Ah.. mungkin ini hanya pelarian ... "
guman Luphieta pada dirinya sendiri.. yang tanpa disadarinya terdengar samar oleh Rhiesqy ..

"Ya... apa Phie ??"

"Ha ?? he?.. eh .. bukan apa2 ... depan jangan lupa belok kiri yaaa ..."

"ok..ok.. hahahaha.. ngelamunin aku yaaa ..."

"Ih... ngga yaaa.. GR .. mikirin jalan.. takut nyasar...."
Tertunduk Luphieta mati2an menyembunyikan rona merah di pipi.

Rhiesqy menahan segala girang, ia yakin ada sesuatu diantara mereka. tapi ia juga tak mau gegabah karena Luphieta baru saja tersakiti perasaannya oleh seorang lelaki.  Ia hanya ingin Luphieta tahu bahwa dirinya saat ini merasa nyaman ada di dekat Luphieta.  Hanya ingin membuat Luphieta pun bisa sedikit terbuka dengannya.  Berusaha melandasi hubungan yang masih teramat awal ini dengan persahabatan.

Senin, 24 Desember 2012

Chapter 2 - Surprize from Mrs. Laura


Sepekan sudah berlalu,
Siang ini dengan tergesah .. Luphieta tengah bersiap meninggalkan kamar tidurnya.

Dress simple  dari tenun Bali sudah menggantikan  Seragam SMA  yang tergeletak  asal di atas tempat tidur.
Wedges sportif pun sudah siap menemani langkah kaki Luphieta.

Sudah jadi rutinitas Luphieta, tiap pulang sekolah Ia menjalani kerja magang nya sebagai assisten designer di sebuah boutique kawasan Kuta - Bali.
Kecintaan Luphieta, dengan dunia Fashion , membuatnya rela kehilangan waktu kosongnya sepulang sekolah.

Mrs. Laura, wanita paruh baya berkebangsaan Inggris, yang menjadi Atasannya , baru saja mengirimi sederetan panjang tugas2 yang harus Ia lakukan.
Dan Luphieta hanya punya waktu 1 jam untuk membawakan semua daftar pesanan Mrs. Laura.

Biasanya Ia bisa lebih santai, tapi semenjak Luphieta memutuskan Tak mau lagi berhubungan dengan Bima, otomatis Tak ada lagi yang mengantar dan menjemput nya.  Lumayan merepotkan, tapi bagi Luphieta ini yang terbaik .



"Ayah ..Bunda.. Phie brangkat dulu yaaa..."

Setengah berlari Luphieta pamit  bunda nya...yang sedang menemani Ayahnya  Makan Siang.

" Sendiri sayang ??"

" Iya..  Ayah.."

"mana Bima..? Tumben sudah seminggu ngga antar jemput kamu... Sayang.."

Luphieta hanya menjawab pertanyaan dari Ayah dan Bundanua dengan senyum kecil...

" Assalamualaikum ..Udah telat nich ..
Mrs. Laura Udah emosi jiwa tuch nunggu Luphieta ...crita2 Nya nanti aja yaaa ...."

Luphieta segera berlari kecil setelah mencium tangan Ayah dan Ibunya .

" Hati2 ya sayang ..."

Ayah tersenyum melihat tingkah laku putrinya itu.  Ada rasa bangga di dalam dada, mempunyai putri yang beranjak dewasa dengan segala aktifitas positif.  Di mata Ayah , saat ini tak banyak remaja yang lebih memilih aktifitas magang seperti yang dilakukan Luphieta.

...


Jarak dari rumah  ke Mamola boutique, tempat magang Luphieta sebenarnya Tak terlalu jauh. Hanya 15 menit dengan memakai taxi.  Tapi hari ini tugas dari Mrs Laura mengharuskannya mampir ke Swastika Embroydery, untuk mengambil beberapa contoh Disain bordir.

" semoga Ngga ketemu Bima ..."

Gumam Luphieta saat masuk
Kedalam Taxi yang sudah menunggunya di luar Rumah.

Swastika Embroydery adalah perusahaan bordir komputer terbesar di kota Denpasar, yang kebetulan pemiliknya adalah orang tua Bima.  Sekuat tenaga Luphieta berusaha Tak terlalu memikirkannya.

" ke jalan Teuku Umar Pak..."

Pinta Luphieta ke sopir Taxi sambil mengambil telepon genggamnya di dalam tas.
Ia memilih salah satu nama di telephon Nya ...

( menunggu panggilan telepon diangkat...)

"ya Hallo, selamat siang.. Dengan Swastika Embroiderry ??.... "

"Betul... Ini Luphieta Yaa..."
Suara centil dari Swastika Embroiderry menjawab panggilan telepon Luphieta .

" iya ... Mbak Diana Yaa .. Pesanan bordir Mrs Laura aku ambil yaaa.. Aku nyampai kira2 15 menit lagi mbak.."

"Udah Dunk say ... Eh dicari sama Bu Wayan tuch.."

"eh kenapa mbak?? .. Ada yang belum beres pembayaran dari Mrs.Laura kah ??"

" hehehe.. Bukan, paling kangen sama calon mantu .. Sudah 1 Minggu lhoc kamu ngga main kesini.."

Luphieta menghela nafas panjang.. Berusaha menenangkan dadanya yang mendadak bergemuruh...

" Iya mbak .. Lagi sibuk banget.. Tugas dari Mrs Laura Tumben nich seminggu ini kayak gak
Ada habisnya ..disambung nanti ya ngobrolnya.. Bye"

Segera Luphieta mengakhiri panggilan teleponnya.
sebelum Diana bisa mengorek cerita lebih jauh lagi.

Tiba2

( dering telephon Luphieta )
Nama  Keyko muncul di telephon.

" Hi ... Apa Key.."

"Say .. Pulang dari Boutique kamu jam berapa hari ini ?"

" Emm... Sebentar aku
Liat daftar tugas dulu
Nich dari Mrs Laura .. Kenapa Key?"

" Inget Dimaz enggak?.. "

Luphieta berusaha mengingat sosok Dimaz...

"Sepupu aku yang dari Jogja itu
Lhoc..."

Sosok laki2 jangkung yang sangat ramah itu samar2 akhirnya bisa terbayang. 

" inget2... Yang. Bulan September Kemaren datang ke Ulang tahun mu itu Khan .... "

" iya ..! Dimaz ada di Denpasar Lhoc"

" Haa.. Yang bener..! Khan baru bulan Kemaren, ngga kuliah kah dia?... Hahahaaa enak ya jadi anak
Kuliah an , bebas bolos .."

"hahahaha.. Bener.. Bener Phie.. Temenin kita dinner di
Pizza Hut Kuta yukkk...Deketan kan Ama Mamola boutique.."

"yaaaa.... Aku belum ijin  Bunda.."

" beres..! Udah keluar
Kok surat ijin dari Bunda ... Aku Udah telepon Bunda .. Hehehe bukan aku sich.. Mama yang telephon ..."

"yeiiiyy... Aseekk... Ok..OK.. Langsung ketemu di sana yaaa....aku dah sampai nich ..muach .. Bye, salam
Dech buat Dimaz .... Tanyain, ada oleh2 nggak buat Phie.."

" Hahahahaa.... Bye.. Sampai
Nanti malam..."

Taxi Luphieta berhenti di Depan bangunan dengan ciri khas Bali... Tampak papan nama bertulis " Swastika Embroiderry" di Depan Bagunan itu.

" Pak ... Tunggu sebentar Yaa.."

"ya Mbak.."

untuk yang kesekiankalinya,  Luphieta menghela nafas panjang.. Berharap Tak bertemu Bima maupun Ibu Nya ..

Tiba2 pintu Taxi terbuka...
Dan Pandangan Mata Luphieta beradu dengan pandangan lelaki yang sudah seminggu ini berusaha dihapusnya dari Hati.

... Bima ...

"Hi..Phie.."

Rindu sebenarnya Luphieta dengan suara Bima..
Tapi segera ditepisnya rasa itu...

"hi...."

"Phie ... Aku ...bisa kita bicara?"

"Aku Sibuk ... Mrs. Laura sudah bolak balik nelp..kapan2 aja Yaa..."

Luphieta  bergegas keluar dari taxi, dan melangkah menuju ke pintu khas bangunan Bali tak jauh dari Taxinya berhenti
 ..
Belum juga Luphieta menaiki tangga yang ada di pintu, Tangan Bima sudah menahan bahu nya, memaksa Luphieta untuk berhenti sejenak...

"Bim.. Malu sama karyawan Mama ..lagian aku masih harus ambil Disain bordir di mbak Diana.."

Bima menyerahkan amplop kertas besar.

"Ini kan ...please.... Ijinkan aku menjelaskan ..."

"OK ... Tapi bukan sekarang yaaa"

Luphieta, mengambil amplop itu dari Bima

" nanti malam.. Aku jemput di Boutique ya.."

"Maaf... Nanti malam..aku ada janji sama Keyko..."

"sebentar...."

Bima berjalan ke tempat Taxi Luphieta menunggu...
Dari jauh  tampak Bima berbicara dengan sopir Taxi..
Dan.. Saat Bima membalikkan badan .. Barang 2 Luphieta sudah ada di tangan Bima ... Dan Taxi itu pergi meninggalkan Luphieta

"lho... Bima ..! Apaan sich..."

Berlari Luphieta berusaha mengejar Taxi
Tapi lagi2 tertahan oleh tangan Bima

"please... Kali ini aku antar...
Aku cuma pingin lihat kamu... Aku... Kangen...."

"nggak mau..!"

"Janji ... Aku gak akan bahas masalah kita..."

Luphieta melirik jam di tangannya, kurang 30 menit lagi..
Tak ada pilihan lain... Ia pun menurut...

Luphieta mengangguk perlahan..
Membuat Bima girang bukan main....
Senyum tampak di wajah Bima.
Luphieta menahan diri untuk tidak menikmati Seyuman Bima yang masih saja dirindunya...

...

Keheningan di dalam Hard top Bima buat Luphieta adalah siksaan batin..
Antara benci dan rindu berkecamuk di dalam Batin Luphieta. Tak bisa dipungkirinya..cinta Nya pada Bima amat besar...
Tapi saat ini Luphieta Tak yakin .. Sanggup kah Ia menghabiskan waktu Nya di dunia bersama Bima.. Setelah apa yang dilakukan Bima.

"Phie.. Maafkan aku..."

Luphieta mengangguk .. Diam membisu..

"aku... Minta waktumu sebentar Yaa...Nanti malam..."

"Aku ada janji sama Keyko... Bim..Maaf"

"Aku ketempatmu janjian dengan Keyko... Sebentar.."

"janji ya... Sebentar..."

"Trimakasih ... Phie......"
Bima meraih tangan Luphieta dan mengecupnya perlahan...

Sejenak Luphieta menikmati kecupan ringan Bima di punggung tangannya...
Tapi segera Luphieta menarik tangannya...
Tak ingin memberi Bima harapan kosong...

...






Matahari di balik jendela sudah Tak lagi nampak sinarnya,
Jam di meja kerja Luphieta menunjukkan pukul 18:00.
Berkas2 Disain masih berserakan.  Engga Luphieta meninggalkan pekerjaannya, karena baginya saat ini .. bekerja bisa mengalihkannya dari siksa karena melamunkan Bima.

Luphieta meraih telepon genggamnya diatas meja.
Baru saja SMS dari Keyko mengabarkan kalau dia  sudah menunggu di Pizza Hut.

segera. ia merapihkan mejanya .. mematikan komputer .. kemudian menunggalkan meja kerjanya.

Luphieta menghampiri ruangan Mrs Laura,



"Mrs ... Can i go now?"

" O.. Its u Luphieta.. Come
Saya.. Ingin sedikit bicara "

"OK mam .."

Luphieta duduk dikursi depan Meja kerja Mrs Laura.

"Luphieta.. Kapan kamu libur sekolah?"

" Desember Mam... About 2 month again"

Wajah Mrs. Laura yang cantik itu nampak gembira mendengar jawaban Luphieta

"Great..!!"

"What 's the matter mam ?"

" Well.. I have a plan during u're School holiday..itu kalau Luphieta tidak ada acara keluarga"

"Ada project baru kah ? ... Tentu saja .. Saya tidak keberatan..i luv having holiday activity .."

"No..No.... Bukan project baru.
Do u know.. Mamola boutique dapat undangan di event Jakarta Fashion Week ... I want u To help Me for That event.."




Raut wajah Luphieta tak bisa menyembunyikan kegembiraannya ..

" wow..! Jakarta Fashion Week !! Tentu saya amat sangat mau Mam ... I love it So much ...

Thanks for This oportunity Mrs. Laura .."

" hahaha... No thanks To Me ...
Saya yang terima kasih buat Luphieta"

" u're Welcome Mam.."

" OK .. Besok kita bicara lagi ..Luphieta bisa pulang sekarang ...
But... Sudah 1 Minggu ini.. I see Luphieta came Here by Taxi .. What happen between u and .."

" Bima..."

"yeah... That handsome guy ..Bimha.."

" nothing .. Just .. Little anggry With him.."

" Luphieta ? Anggry..?? Hahaha i don't think So...
Bimha pasti bikin salah besar sama Luphieta"

Luphieta tersenyum.. Ternyata Mrs Laura hafal benar sifatnya ..

"i'm OK ... No big Deal mam..."

"Mulai besok.. Luphieta dijemput ya... I already told my driver to pick u up.. Setiap hari..saya harap Luphieta tidak menolak.. Ini untuk kelancaran boutique saya juga .."

Senyum cantik kembali menghiasi wajah Mrs. Laura.

"Wah terima kasih sekali Mrs. Laura.."

" OK .. Sampai hari Senin... Have a nice weekend
Luphieta"

" selamat akhir pekan juga Mam.. Saya pulang dulu .."

" OK becarefull .."

Luphieta, meninggalkan ruangan Mrs Laura dengan riang...
Liburan sekolah yang sebelumnya dibayangkannya ًbagai siksa... Kini berganti menjadi sebuah rencana keren... Tak sabar rasa hati  untuk segera bercerita pada Keyko...
Lagi pula keyko Khan model langganan Boutique Mrs Laura ..
Sudah terbayang liburan keren bareng Keyko...
Sepanjang jalan dari Mamola Boutique ke pizza Hut, Luphieta melamunkan rencana liburan bersama Keyko..
Membuatnya Tak terasa sudah sampai di Depan pizza Hut. 

Bersamaan dengan Luphieta yang melangkahkan kaki masuk ke dalam pizza Hut, nampaknya seorang lelaki juga melakukan hal yang sama dengan Luphieta..
Membuat Luphieta terpaksa menghentikan lamunannya dan memberi kesempatan lelaki itu masuk terlebih dahulu.

" mbak dulu saja.."
Logat Jawa sopan terucap oleh lelaki itu.

"Makasih .."
Tak lupa Luphieta memberikan senyum.

Tak sengaja mereka beradu pandang..
Dan untuk beberapa saat Luphieta tertegun.. Ada sesuatu yang menahan pandangannya pada lelaki sopan itu...
Begitu juga lelaki itu .. Melakukan hal serupa dengan Luphieta
Sampai tiba2 ada suara memanggil Luphieta

" Phie.."

Kaget , membuyarkan pandangan Luphieta pada lelaki sopan itu. Terlebih Bima mendadak sudah berdiri di depannya.

"kita duduk di sana .."

" aku ke Keyko dulu ya... Kamu dulu aja .. Aku menyusul.. Janji.."

" OK .. Jangan lama ya"

Luphieta hanya mengangguk dan segera meninggalkan Bima .. Matanya memeriksa tiap sudut ruangan mencari Keyko...



Di sudut ruangan Keyko melambaikan tangannya ..
Bersama Keyko; Luphieta melihat 2 lelaki yang duduk di meja yang sama.
Segera Luphieta menghampiri Keyko..

" hai ...."

Keyko menyambut Luphieta dengan pelukan .. Ia lega melihat Luphieta jauh lebih tenang dibanding  beberapa hari yang lalu ...

2 laki2  yang duduk bersama Keyko pun berdiri ..

" Masih ingat aku Khan ??"

" iya lah .. Dimaz Khan .. Usilnya Udah sembuh kah ??"

" ha..ha..ha.."
Dimaz tergelak ..

" kenalkan .. Ini sahabatku .."

Luphieta tertegun.. Lelaki sopan itu....

" malam .. Kita tadi sudah ketemu kok di Depan ...
SayaRhiesqy"

Lelaki itu menjabat erat tangan Luphieta.

" Luphieta .."

"Mau pesan apa Phie?...aku sudah pesanin lasagna yang kamu demen banget itu yaaa..."

Luphieta mengangguk .

" Key.."

"Hmmm... Apa?"

" Ada.. Dia..."

" siapa?"

" .... Bima..."
Lirih Luphieta mengucap nama Bima.

" hah..!!!"
Setengah berteriak Keyko menanggapi Luphieta
" mau apa lagi dia?? Kurang jelas apa aku kemarin ngomong ke dia ?"

" hey... Kok kamu yang emosi .."
Luphieta tersenyum..

" abis gemez... Kok ada ya laki2 kayak gitu.."

Luphieta memberi isyarat dengan meletakkan telunjuk Nya ke bibir..

" malu tuch Ama Dimaz dan Rhiesqy..."

Luphieta melirik pada kedua laki2 yang duduk di depannya sambil melempar senyum manis nya.

" Tunggu bentar yaaa...aku berresin dulu masalah ku degan Bima.."

Luphieta beranjak dari meja Keyko..
Menuju meja Bima...

Dari kejauhan, Bima sudah berdiri dengan senyum menanti Luphieta...

Dengan menahan gemetar.. Luphieta berjalan perlahan menghampiri Meja Bima.
dan kemudian.. ia sudah duduk di depan Bima ..
Untuk beberapa saat luphieta tak juga bicara, ia tak ingin menangis di depan Bima.
Setelah beberapa kali menghela nafas panjang ..
perlahan Luphieta mencoba bicara..

".... Kamu .. Jahat Bim..."

" aku tau... Maafkan..."

" sudah termaafkan kok... Tapi bukan berarti kita masih bisa bersama..."

"Phie... Aku janji... Itu tak akan terulang lagi... Aku khilaf ..."

Mereka berdua terdiam lagi .. untuk beberapa menit,

" boleh tanya..?"

"apa aja  Phie.."

" Knapa ... ? Kamu .."
Luphieta kembali menghela nafas dan berharap air matanya tak jatuh ke pipi.

"kenapa...kamu cium perempuan itu? ....aku pikir kita bisa saling percaya.."

Bima meletakkan kedua tangannya di dagu.. kemudian menyingkap rambutnya dengan kedua tangan, dari muka ke belakang... mencoba menenagkan diri .. Ia tahu, gadis di hadapannya sudah tersakiti.. oleh apa yang sudah diperbuatnya.

" ...Jujur...aku... Ingin peluk Phie ... Ingin cium Phie ..
Tapi .. Khan Phie.."

Luphieta menngeleng2 kan kepalanya..

" Bima Khan sudah tau alasan Phie ...
Phie ingin Halal dulu buat Bima..."

"Aku .. "

" Kita mungkin saat ini belum berjodoh ...
Kita.. Tidak usah bertemu lagi....Phie bukan yan terbaik buat Bima ... siapa tahu gadis itu yang terbaik buat Bima ..."

Susah payah Luphieta menahan air mata agar Tak semakin nampak oleh Bima jika Ia masih sangat cinta.

"Tapi... Phie..."

Luphieta segera berdiri, berusaha mengakhiri pembicaraan mereka berdua...
Tapi tangan Bima menahannya ..

" Bima ... Lepaskan..."

Bima menggeleng..

" Bima.... Kumohon..."

"Tak akan ku lepas.."

"Bima...kumohon.. Lepaskan.."

"tidak.. Sampai kamu berjanji Tak akan menjauh dari ku..."


Bima memeluk erat Luphieta dari belakang ..
desah nafas Bima membuat Hati Luphieta berkecamuk ..

ingin rasanya ia membalikkan badan dan menghapus semua salah langkah Bima ..

tapi .. Luphieta tak yakin apakah itu terbaik baginya atau malah hanya akan membuatnya lebih tersakiti lagi

"Bima ... lepaskan ..."

"tak akan .. sampai kamu janji.. akan selalu disisi ku .."

Hampir putus asah Luphieta memohon ,ketika tiba2 Rhiesqy datang menghampiri Nya...

" Maaf .. Apa laki2 ini mengganggumu ?"

"Jangan ikut campur ..!"
Setengah menggertak, Bima menjawab..

" memang kamu siapa ?!?"

Luphieta, akhirnya berhasil melepaskan tangannya dari genggaman Bima..
Segera diraih lengan Rhiesqy.

" aku kesini dengan dia... Tidakkah kamu lihat... Kami datang bersama Khan ...jadi ... Kumohon.. Jangan ganggu aku lagi... Dan slamat tinggal.."

Segera Luphieta menjauh dari meja Bima, sambil tetap  bergelanyut di lengan Rhiesqy.
meninggalkan Bima yang tertegun..
Luphieta segera menjauh dari Meja Bima, dan tak lagi menoleh ke belakang, karena ia sibuk menahan butir air mata yang setiap saat siap meluncur  deras dari matanya.
Luphieta perlahan menjauh dari meja Bima sambil tetap bersandar di sisi lengan Rhiesqy.

Dan  setelah sampai di meja Keyko..  Luphieta  melepas tangannya dari lengan Rhiesqi,

" makasih banyak..maaf tadi aku..."

" gpp .. Senang bisa bantu ..."

Keyko berdiri sambil menatap Luphieta...
" Phie.. Kamu gpp Khan ..?"

Susah payah  Luphieta menghadirkan senyum untuk Keyko,

" ngga apa2... Lama2 juga biasa tanpa Bima ..untung ada Rhiesqy.. Bantuin.."

" kebetulan ..."

Rhiesqy memandang Luphieta .. ada sesuatu yang membuat nya ingin menghibur Luphieta ..
peristiwa tadi ... membuat Rhiesqy berpikir .. bagaimana mungkin laki2 itu bisa tega menyakiti perasaan Luphieta..
Meski baru beberapa saat kenal dengan Luphieta, Rhiesqy merasa, gadis itu sosok yang menyenangkan.. membuatnya ingin mengenal luphieta lebih dalam.  Sejak tanpa sengaja ia hampir berbarengan masuk ke cafe tadi..Rasanya ada sebagian diri Rhiesqy yang terbawa oleh Luphieta..

"Dimaz .. Dalam rangka apa nich ke Bali ?"

Luphieta mencoba mengalihkan pembicaraan.

"pengen jalan aja .. Besok libur Khan ?"

Mendadak Luphieta teringat berita gembira yang tadinya Tak
Sabar ingin dibaginya dengan Keyko..

"Key... Kalo' kita liburan nanti ke Jakarta..?"

"Ih .. Ngapain..Tabungan lagi mengenaskan nich ..

" Justru supaya tabungan berisi lagi. Key.."

"..?? Caranya..?"

"ada...Dech ...Ha ha ha... "

" Iihh... Suka Dech kalo
Lihat aku penasaran.."

" besok Dech ... Aku cerita sambil jalan2 bareng tamu jauh kita .."

"janji ya .... hiks .. nanti malem ngga bisa tidur nich gara2 luphieta.."
Keyko memasang mimik lucu.. Ia sengaja,
Keyko tahu meskipun ada senyum menghias di wajah Luphieta, yang sebenarnya sahabatnya itu saat ini sedang terluka..

Rhiesqy menyela..
" Besok Kita ke pantai yuk... Ada saran?"

"Mauuu....ke Nusa Dua aja ya Phie..."
Usul Dimaz.

"kan Kemaren waktu Dimaz kesini ..
Udah dianter ke Nusa Dua ? Ngga bosen?"

" ngga lah.. Kalo kesananya bareng Luphieta.."

"Key.. Dimaz tuch.. Mulai Dech...Usil .."

Keyko hanya tertawa ..
tanpa disadari Luphieta .. ada perubahan raut wajah pada Rhiesqy, .. cemburu .. dengan kedekatan Luphieta dengan Dimaz.

Gelak tawa mereka terhenti oleh pramusaji yang membawakan menu pesanan.
Hidangan sudah tersaji di Meja,
Keyko, Luphieta, Dimaz dan Rhiesqy pun menikmati pesanan mereka masing-masing.
Sesekali ddaintara mereka saling melontarkan lelucon.
membuat suasana malam jadi semakin menyenangkan.
 Kehadiran Keyko dan teman-teman baru, bagi Luphieta bisa jadi penghibur lluka hatinya.
kehilangan Bima, disadari Luphieta sudah mmbuat hatiny terkoyak, terluka.
Setengah hatinya amat tidak rela harus melepas Bima, rasanya ingin dibuangnya jauh segala ingatan yang sudah membuat hatinya luka.
tapi ...
ada bagian hatinya yang lain, juga tidak rela membiarkan Bima memiliki hatinya, karena ia juga tak yakin hanya hatinya yang dimiliki Bima..
Luhieta tak rela membagi Bima dengan siapapun.
Wajah Luphieta memang sesekali tersenyum menanggapi lelucon Keyko, Dimaz dan Rhiesqy.
Tapi itu hanya untuk menutupi kegalauan hatinya.

Dan ...

Luphieta tak menyadari, sesekali Rhiesqy memandanginya dengan penuh arti...

sampai untuk beberapa detik mereka berdua beradu pandangan, menghadirkan rasa yang tak bisa dibendung memenuhi ruang hati..
membuat Luphieta merasa hanyut untuk sesaat..


Luphieta segera mengallihkan pandangannya dari Rhiesqy, tak ingin rona merah yang entah mengapa mendadak dirasakan muncul di wajahnya terlihat oleh Rhiesqy.
 
Luphieta menuunduk.. membuat rhiesqy sedikit kecewa tak lagi bisa memandang wajah cantik itu.


"Dimaz di Hotel atau di rumah Keyko?"
Tanya Luphieta sambil sibuk menutupi kikuknya di depan rhiesqy

"Aku di Rumah Key.. Rhiesqy tinggal di hotel .."

Luphieta mengalihkan wajahnya pada Rhiesqy mencoba tak kikuk saat beradu pandang.
" di Hotel Mana?"

"haha .. Bukan Hotel.. Homestay.. Di daerah Renon.."

" wah dekat tuch Ama rumah.."

"nanti kita antar Keyko dan Dimas dulu Yaa... Trus baru aku antar Luphieta.. Boleh?"
penuh harap Rhiesqy bertanya pada Luphieta

"boleh ...banget malah .."

"ha..ha..ha.."
Rhiesqy tergelak.
kalau saja tak ada siapa2 di hadapannya.. sudah pasti ia akan bersorak girang .. bisa mendapat kesempatan mengantar Luphieta.. itu artinya, ia bisa mengenal Luphieta lebih dalam .. dan ada harapan untuk bisa menjalin hubungan lebih dekat dengan gadis itu.




Sabtu, 22 Desember 2012

chapter 1 - hurt feeling moment

Wanita 
diciptakan dari tulang rusuk pria
Bukan dari kepalanya,
 untuk lebih tinggi darinya
Bukan dari pundaknya,
 untuk memikul bebannya
Bukan dari kakinya,
 untuk lebih rendah darinya


Tapi, 
wanita diciptakan dari tulang rusuk pria
Dekat jantungnya,
 untuk dikasihi
Dekat hatinya,
 untuk dicintai
Dan dekat lengannya,
 untuk dilindungi



Rangkaian kata2 indah itu tertulis di atas lukisan sepasang kekasih.
Bima memberinya Lukisan indah itu di hari ulang tahun Luphieta setahun yang lalu..

Bima, ...
Lelaki itu sudah 3 tahun mengisi hari2 Luphieta dengan cinta.
Buat Luphieta, Bima adalah Cinta pertama .

Lelaki itu dalam angannya ..kelak akan menghabiskan sisa waktu berdua di dunia ..
Lelaki itu yang nanti, selalu didamba untuk selalu mendampingi langkah Luphieta..
mengisi lembaran cerita hidup Luphieta dengan puisi2 cinta yang lebih indah..

Banyak harapan digantungkan Luphita pada Bima.
Beberapa waktu yang lalu,
Bagi Luphieta , lukisan itu teramat berarti.  Tiap Luphieta membaca puisi yang tergores diatas lukisan.. Seakan Bima yang bicara dengannya.

Tapi .....
sekarang tidak lagi,
Lukisan indah itu, kini berpindah tempat,
tergeletak di lantai.
Kaca pigora nya pun pecah berantakan..
Luphieta sesenggukan di pembaringan..
Hatinya koyak..Perih ...





Masih terbayang apa yang dilihatnya Beberapa jam Yang lalu,

sesuatu yang tak pernah sama sekali akan terpikir terjadi di hadapannya.

Bumi mendadak begitu memusuhi Luphieta, saat dengant ak sengaja Luphieta ..
melihat Bima Bermesra dengan perempuan lain.
Ingin Luphieta Tak percaya dengan pandangan matanya.

Masih tajam membekas di ingatannya..
Bagaimana Bima, ... Membuat tubuh Luphieta mendadak Tak punya daya..
Melihat..
Tangan kekar itu..
Wajah tampan itu..
Memeluk dan mencium perempuan lain..

sesuatu yang sama sekali tak pernah ada di pikiran Luphieta..
Bima yang selama ini penuh kasih ..
Bima yang selalu ada disaat saat terpuruk Luphieta ..



" aku benci banget ...
Kamu tega..!!

Keluh Luphieta disela isak tangis Nya

" aku salah apa ??
aku kurang apan ??

dada Luphieta sesak ..
Sesal mulai terucap ..

" andai Tak kucinta Bima .. "
"andai Tak ku serah kan hati ini..

Andai...



bunyi ringtone ..)

Luphieta melirik telepon genggam Nya..tergeletak Tak jauh dari tempatnya terisak..

' Keyko'
Sahabat Luphieta..

".....hmmmm"
"Phie.. Kamu dimana??
Aku nunggu nich dari tadi ..
Pizza Udah dingin tapi kamunya ngilang ..."

Luphieta tersadar...
Ia meninggalkan Keyko. Sahabatnya di Cafe itu..
Cafe yang sama saat Ia melihat Bima bersama perempuan lain.

"... Key..
Maapin... "

Susah payah Luphieta menyembunyikan isaknya..tak ingin sahabatnya tahu... Segala galau di hatinya.

"iya .. Tapi kamu dimana??..
Phie.. Kamu...kamu nangis ?...Aduh jangan bikin aku Bingung say...Kamu Kenapa??"
 Kamu dimana??
Aku nunggu nich dari tadi ..
Pizza Udah dingin tapi kamunya ngilang ..."

Luphieta tiba2 tersadar...
Ia teringat Keyko..
Ia meninggalkan Keyko. Sahabatnya di Cafe itu..
Tadinya Luphieta datang berdua dengan Keyko ke Cafe itu untuk sekedar jajan ice cream .
Cafe yang kebetulan memang tak
Jauh dari rumah Luphieta.
Cafe yang  sama saat Ia melihat Bima bersama perempuan lain.

Gundah hatinya , telah membuatnya meninggalkan Keyko tanpa penjelasan.  

"Bima .. Key.. Bima ..."

Pecah lagi  tangis Luphita..
Beban itu , saat ini terlalu berat tuk dihadapinya sendiri..

"key .. Aku dah balik ke rumah..
Kamu sini Yaa...
( terisak lagi...)
Kamu.. Temenin aku yaaa ..
Please.."

" iya .. Aku kerumah ...
Tunggu yaaa
Kamu yang sabar ...."

( suara nada telepon terputus ...)

Baru sejenak kembali Luphieta merebahkan diri di tempat tidur..

( tok... Tok... Tok... Suara ketukan di
Pintu )

" Phie .. Ada Bima tuch .."
Bunda memanggil dari balik pintu..

"Udah nunggu tuch di ruang tamu..."

Dada Phie kembali bergemuruh ..
Tak ingin Ia menemui Bima..
Tapi..
Tak tega pula hatinya jika  Bunda harus tahu beban hatinya..

" ya.. Bun..
Bima suruh tunggu aja..."

" cepet ya sayang ..."

" Phie ganti baju dulu .. Bunda "

Samar - samar suara Bunda bercakap2 dengan Bima terdengar dari kamar Luphieta.

" ya ALLAH ...
Jangan biarkan Bunda tahu..."

dengan sekuat tenaga ..
Luphieta menyembunyikan galau di hati.
Beberapa kali , Ia menarik  nafas panjang .. Mencoba membendung derai air mata..

Di sapu wajahnya dengan bedak agar tampak lebih segar ..

"....huuff. Semoga bunda ngga lihat mata sembabku .."

Luphieta baru saja akan membuka pintu kamarnya..
Saat Keyko mengetuk pintu kamar.

"Phie..."

Luphieta membuka pintu perlahan dan..
Segera Dipeluknya Keyko..

"ada apa Phie..??... Itu ada Bima diteras.."

Raut kebingungan nampak di wajah Keyko..
Ditariknya masuk ke kamar..
Dan kembali Luphieta terisak ..
Sesenggukan ..
Terbatah... Menceritakan peristiwa di cafe..

Beberapa saat setelah Luphieta sudah agak tenang ...

" Say... Bima tau kalau kamu lihat dia dan...."

Luphieta menggeleng perlahan.

" aku ngga mau ketemu Bima lagi .. Key..
Dia jahat Ama aku..
Tapi...
Aku juga gak mau Bunda Tahu ...
Nanti bunda sedih ...."

"key... Kamu aja yaaa yang keluar ..
Bilangin Bima ..
Ajak bicara .. Tapi jangan di rumah ini ...
Pake alasan apa gitu .. Biar bunda ngga banyak tanya ...
Ya ..key ..
Please..."

" iya .. Aku bantu .."

"makasih Key.."

Keyko tersenyum ..
Diusapnya pundak Luphieta ...
Dan Keyko segera keluar menemui Bima ...
Meninggalkan Luphieta ..
Yang masih saja sibuk menenangkan galau di hati..

...