Sabtu, 22 Desember 2012

chapter 1 - hurt feeling moment

Wanita 
diciptakan dari tulang rusuk pria
Bukan dari kepalanya,
 untuk lebih tinggi darinya
Bukan dari pundaknya,
 untuk memikul bebannya
Bukan dari kakinya,
 untuk lebih rendah darinya


Tapi, 
wanita diciptakan dari tulang rusuk pria
Dekat jantungnya,
 untuk dikasihi
Dekat hatinya,
 untuk dicintai
Dan dekat lengannya,
 untuk dilindungi



Rangkaian kata2 indah itu tertulis di atas lukisan sepasang kekasih.
Bima memberinya Lukisan indah itu di hari ulang tahun Luphieta setahun yang lalu..

Bima, ...
Lelaki itu sudah 3 tahun mengisi hari2 Luphieta dengan cinta.
Buat Luphieta, Bima adalah Cinta pertama .

Lelaki itu dalam angannya ..kelak akan menghabiskan sisa waktu berdua di dunia ..
Lelaki itu yang nanti, selalu didamba untuk selalu mendampingi langkah Luphieta..
mengisi lembaran cerita hidup Luphieta dengan puisi2 cinta yang lebih indah..

Banyak harapan digantungkan Luphita pada Bima.
Beberapa waktu yang lalu,
Bagi Luphieta , lukisan itu teramat berarti.  Tiap Luphieta membaca puisi yang tergores diatas lukisan.. Seakan Bima yang bicara dengannya.

Tapi .....
sekarang tidak lagi,
Lukisan indah itu, kini berpindah tempat,
tergeletak di lantai.
Kaca pigora nya pun pecah berantakan..
Luphieta sesenggukan di pembaringan..
Hatinya koyak..Perih ...





Masih terbayang apa yang dilihatnya Beberapa jam Yang lalu,

sesuatu yang tak pernah sama sekali akan terpikir terjadi di hadapannya.

Bumi mendadak begitu memusuhi Luphieta, saat dengant ak sengaja Luphieta ..
melihat Bima Bermesra dengan perempuan lain.
Ingin Luphieta Tak percaya dengan pandangan matanya.

Masih tajam membekas di ingatannya..
Bagaimana Bima, ... Membuat tubuh Luphieta mendadak Tak punya daya..
Melihat..
Tangan kekar itu..
Wajah tampan itu..
Memeluk dan mencium perempuan lain..

sesuatu yang sama sekali tak pernah ada di pikiran Luphieta..
Bima yang selama ini penuh kasih ..
Bima yang selalu ada disaat saat terpuruk Luphieta ..



" aku benci banget ...
Kamu tega..!!

Keluh Luphieta disela isak tangis Nya

" aku salah apa ??
aku kurang apan ??

dada Luphieta sesak ..
Sesal mulai terucap ..

" andai Tak kucinta Bima .. "
"andai Tak ku serah kan hati ini..

Andai...



bunyi ringtone ..)

Luphieta melirik telepon genggam Nya..tergeletak Tak jauh dari tempatnya terisak..

' Keyko'
Sahabat Luphieta..

".....hmmmm"
"Phie.. Kamu dimana??
Aku nunggu nich dari tadi ..
Pizza Udah dingin tapi kamunya ngilang ..."

Luphieta tersadar...
Ia meninggalkan Keyko. Sahabatnya di Cafe itu..
Cafe yang sama saat Ia melihat Bima bersama perempuan lain.

"... Key..
Maapin... "

Susah payah Luphieta menyembunyikan isaknya..tak ingin sahabatnya tahu... Segala galau di hatinya.

"iya .. Tapi kamu dimana??..
Phie.. Kamu...kamu nangis ?...Aduh jangan bikin aku Bingung say...Kamu Kenapa??"
 Kamu dimana??
Aku nunggu nich dari tadi ..
Pizza Udah dingin tapi kamunya ngilang ..."

Luphieta tiba2 tersadar...
Ia teringat Keyko..
Ia meninggalkan Keyko. Sahabatnya di Cafe itu..
Tadinya Luphieta datang berdua dengan Keyko ke Cafe itu untuk sekedar jajan ice cream .
Cafe yang kebetulan memang tak
Jauh dari rumah Luphieta.
Cafe yang  sama saat Ia melihat Bima bersama perempuan lain.

Gundah hatinya , telah membuatnya meninggalkan Keyko tanpa penjelasan.  

"Bima .. Key.. Bima ..."

Pecah lagi  tangis Luphita..
Beban itu , saat ini terlalu berat tuk dihadapinya sendiri..

"key .. Aku dah balik ke rumah..
Kamu sini Yaa...
( terisak lagi...)
Kamu.. Temenin aku yaaa ..
Please.."

" iya .. Aku kerumah ...
Tunggu yaaa
Kamu yang sabar ...."

( suara nada telepon terputus ...)

Baru sejenak kembali Luphieta merebahkan diri di tempat tidur..

( tok... Tok... Tok... Suara ketukan di
Pintu )

" Phie .. Ada Bima tuch .."
Bunda memanggil dari balik pintu..

"Udah nunggu tuch di ruang tamu..."

Dada Phie kembali bergemuruh ..
Tak ingin Ia menemui Bima..
Tapi..
Tak tega pula hatinya jika  Bunda harus tahu beban hatinya..

" ya.. Bun..
Bima suruh tunggu aja..."

" cepet ya sayang ..."

" Phie ganti baju dulu .. Bunda "

Samar - samar suara Bunda bercakap2 dengan Bima terdengar dari kamar Luphieta.

" ya ALLAH ...
Jangan biarkan Bunda tahu..."

dengan sekuat tenaga ..
Luphieta menyembunyikan galau di hati.
Beberapa kali , Ia menarik  nafas panjang .. Mencoba membendung derai air mata..

Di sapu wajahnya dengan bedak agar tampak lebih segar ..

"....huuff. Semoga bunda ngga lihat mata sembabku .."

Luphieta baru saja akan membuka pintu kamarnya..
Saat Keyko mengetuk pintu kamar.

"Phie..."

Luphieta membuka pintu perlahan dan..
Segera Dipeluknya Keyko..

"ada apa Phie..??... Itu ada Bima diteras.."

Raut kebingungan nampak di wajah Keyko..
Ditariknya masuk ke kamar..
Dan kembali Luphieta terisak ..
Sesenggukan ..
Terbatah... Menceritakan peristiwa di cafe..

Beberapa saat setelah Luphieta sudah agak tenang ...

" Say... Bima tau kalau kamu lihat dia dan...."

Luphieta menggeleng perlahan.

" aku ngga mau ketemu Bima lagi .. Key..
Dia jahat Ama aku..
Tapi...
Aku juga gak mau Bunda Tahu ...
Nanti bunda sedih ...."

"key... Kamu aja yaaa yang keluar ..
Bilangin Bima ..
Ajak bicara .. Tapi jangan di rumah ini ...
Pake alasan apa gitu .. Biar bunda ngga banyak tanya ...
Ya ..key ..
Please..."

" iya .. Aku bantu .."

"makasih Key.."

Keyko tersenyum ..
Diusapnya pundak Luphieta ...
Dan Keyko segera keluar menemui Bima ...
Meninggalkan Luphieta ..
Yang masih saja sibuk menenangkan galau di hati..

...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar