Sepekan sudah berlalu,
Siang ini dengan tergesah .. Luphieta tengah bersiap meninggalkan kamar tidurnya.
Dress simple dari tenun Bali sudah menggantikan Seragam SMA yang tergeletak asal di atas tempat tidur.
Wedges sportif pun sudah siap menemani langkah kaki Luphieta.
Sudah jadi rutinitas Luphieta, tiap pulang sekolah Ia menjalani kerja magang nya sebagai assisten designer di sebuah boutique kawasan Kuta - Bali.
Kecintaan Luphieta, dengan dunia Fashion , membuatnya rela kehilangan waktu kosongnya sepulang sekolah.
Mrs. Laura, wanita paruh baya berkebangsaan Inggris, yang menjadi Atasannya , baru saja mengirimi sederetan panjang tugas2 yang harus Ia lakukan.
Dan Luphieta hanya punya waktu 1 jam untuk membawakan semua daftar pesanan Mrs. Laura.
Biasanya Ia bisa lebih santai, tapi semenjak Luphieta memutuskan Tak mau lagi berhubungan dengan Bima, otomatis Tak ada lagi yang mengantar dan menjemput nya. Lumayan merepotkan, tapi bagi Luphieta ini yang terbaik .
"Ayah ..Bunda.. Phie brangkat dulu yaaa..."
Setengah berlari Luphieta pamit bunda nya...yang sedang menemani Ayahnya Makan Siang.
" Sendiri sayang ??"
" Iya.. Ayah.."
"mana Bima..? Tumben sudah seminggu ngga antar jemput kamu... Sayang.."
Luphieta hanya menjawab pertanyaan dari Ayah dan Bundanua dengan senyum kecil...
" Assalamualaikum ..Udah telat nich ..
Mrs. Laura Udah emosi jiwa tuch nunggu Luphieta ...crita2 Nya nanti aja yaaa ...."
Luphieta segera berlari kecil setelah mencium tangan Ayah dan Ibunya .
" Hati2 ya sayang ..."
Ayah tersenyum melihat tingkah laku putrinya itu. Ada rasa bangga di dalam dada, mempunyai putri yang beranjak dewasa dengan segala aktifitas positif. Di mata Ayah , saat ini tak banyak remaja yang lebih memilih aktifitas magang seperti yang dilakukan Luphieta.
...
Jarak dari rumah ke Mamola boutique, tempat magang Luphieta sebenarnya Tak terlalu jauh. Hanya 15 menit dengan memakai taxi. Tapi hari ini tugas dari Mrs Laura mengharuskannya mampir ke Swastika Embroydery, untuk mengambil beberapa contoh Disain bordir.
" semoga Ngga ketemu Bima ..."
Gumam Luphieta saat masuk
Kedalam Taxi yang sudah menunggunya di luar Rumah.
Swastika Embroydery adalah perusahaan bordir komputer terbesar di kota Denpasar, yang kebetulan pemiliknya adalah orang tua Bima. Sekuat tenaga Luphieta berusaha Tak terlalu memikirkannya.
" ke jalan Teuku Umar Pak..."
Pinta Luphieta ke sopir Taxi sambil mengambil telepon genggamnya di dalam tas.
Ia memilih salah satu nama di telephon Nya ...
( menunggu panggilan telepon diangkat...)
"ya Hallo, selamat siang.. Dengan Swastika Embroiderry ??.... "
"Betul... Ini Luphieta Yaa..."
Suara centil dari Swastika Embroiderry menjawab panggilan telepon Luphieta .
" iya ... Mbak Diana Yaa .. Pesanan bordir Mrs Laura aku ambil yaaa.. Aku nyampai kira2 15 menit lagi mbak.."
"Udah Dunk say ... Eh dicari sama Bu Wayan tuch.."
"eh kenapa mbak?? .. Ada yang belum beres pembayaran dari Mrs.Laura kah ??"
" hehehe.. Bukan, paling kangen sama calon mantu .. Sudah 1 Minggu lhoc kamu ngga main kesini.."
Luphieta menghela nafas panjang.. Berusaha menenangkan dadanya yang mendadak bergemuruh...
" Iya mbak .. Lagi sibuk banget.. Tugas dari Mrs Laura Tumben nich seminggu ini kayak gak
Ada habisnya ..disambung nanti ya ngobrolnya.. Bye"
Segera Luphieta mengakhiri panggilan teleponnya.
sebelum Diana bisa mengorek cerita lebih jauh lagi.
( dering telephon Luphieta )
Nama Keyko muncul di telephon.
" Hi ... Apa Key.."
"Say .. Pulang dari Boutique kamu jam berapa hari ini ?"
" Emm... Sebentar aku
Liat daftar tugas dulu
Nich dari Mrs Laura .. Kenapa Key?"
" Inget Dimaz enggak?.. "
Luphieta berusaha mengingat sosok Dimaz...
"Sepupu aku yang dari Jogja itu
Lhoc..."
Sosok laki2 jangkung yang sangat ramah itu samar2 akhirnya bisa terbayang.
" inget2... Yang. Bulan September Kemaren datang ke Ulang tahun mu itu Khan .... "
" iya ..! Dimaz ada di Denpasar Lhoc"
" Haa.. Yang bener..! Khan baru bulan Kemaren, ngga kuliah kah dia?... Hahahaaa enak ya jadi anak
Kuliah an , bebas bolos .."
"hahahaha.. Bener.. Bener Phie.. Temenin kita dinner di
Pizza Hut Kuta yukkk...Deketan kan Ama Mamola boutique.."
"yaaaa.... Aku belum ijin Bunda.."
" beres..! Udah keluar
Kok surat ijin dari Bunda ... Aku Udah telepon Bunda .. Hehehe bukan aku sich.. Mama yang telephon ..."
"yeiiiyy... Aseekk... Ok..OK.. Langsung ketemu di sana yaaa....aku dah sampai nich ..muach .. Bye, salam
Dech buat Dimaz .... Tanyain, ada oleh2 nggak buat Phie.."
" Hahahahaa.... Bye.. Sampai
Nanti malam..."
Taxi Luphieta berhenti di Depan bangunan dengan ciri khas Bali... Tampak papan nama bertulis " Swastika Embroiderry" di Depan Bagunan itu.
" Pak ... Tunggu sebentar Yaa.."
"ya Mbak.."
untuk yang kesekiankalinya, Luphieta menghela nafas panjang.. Berharap Tak bertemu Bima maupun Ibu Nya ..
Tiba2 pintu Taxi terbuka...
Dan Pandangan Mata Luphieta beradu dengan pandangan lelaki yang sudah seminggu ini berusaha dihapusnya dari Hati.
... Bima ...
"Hi..Phie.."
Rindu sebenarnya Luphieta dengan suara Bima..
Tapi segera ditepisnya rasa itu...
"hi...."
"Phie ... Aku ...bisa kita bicara?"
"Aku Sibuk ... Mrs. Laura sudah bolak balik nelp..kapan2 aja Yaa..."
Luphieta bergegas keluar dari taxi, dan melangkah menuju ke pintu khas bangunan Bali tak jauh dari Taxinya berhenti
..
Belum juga Luphieta menaiki tangga yang ada di pintu, Tangan Bima sudah menahan bahu nya, memaksa Luphieta untuk berhenti sejenak...
"Bim.. Malu sama karyawan Mama ..lagian aku masih harus ambil Disain bordir di mbak Diana.."
Bima menyerahkan amplop kertas besar.
"Ini kan ...please.... Ijinkan aku menjelaskan ..."
"OK ... Tapi bukan sekarang yaaa"
Luphieta, mengambil amplop itu dari Bima
" nanti malam.. Aku jemput di Boutique ya.."
"Maaf... Nanti malam..aku ada janji sama Keyko..."
"sebentar...."
Bima berjalan ke tempat Taxi Luphieta menunggu...
Dari jauh tampak Bima berbicara dengan sopir Taxi..
Dan.. Saat Bima membalikkan badan .. Barang 2 Luphieta sudah ada di tangan Bima ... Dan Taxi itu pergi meninggalkan Luphieta
"lho... Bima ..! Apaan sich..."
Berlari Luphieta berusaha mengejar Taxi
Tapi lagi2 tertahan oleh tangan Bima
"please... Kali ini aku antar...
Aku cuma pingin lihat kamu... Aku... Kangen...."
"nggak mau..!"
"Janji ... Aku gak akan bahas masalah kita..."
Luphieta melirik jam di tangannya, kurang 30 menit lagi..
Tak ada pilihan lain... Ia pun menurut...
Luphieta mengangguk perlahan..
Membuat Bima girang bukan main....
Senyum tampak di wajah Bima.
Luphieta menahan diri untuk tidak menikmati Seyuman Bima yang masih saja dirindunya...
...
Keheningan di dalam Hard top Bima buat Luphieta adalah siksaan batin..
Antara benci dan rindu berkecamuk di dalam Batin Luphieta. Tak bisa dipungkirinya..cinta Nya pada Bima amat besar...
Tapi saat ini Luphieta Tak yakin .. Sanggup kah Ia menghabiskan waktu Nya di dunia bersama Bima.. Setelah apa yang dilakukan Bima.
"Phie.. Maafkan aku..."
Luphieta mengangguk .. Diam membisu..
"aku... Minta waktumu sebentar Yaa...Nanti malam..."
"Aku ada janji sama Keyko... Bim..Maaf"
"Aku ketempatmu janjian dengan Keyko... Sebentar.."
"janji ya... Sebentar..."
"Trimakasih ... Phie......"
Bima meraih tangan Luphieta dan mengecupnya perlahan...
Sejenak Luphieta menikmati kecupan ringan Bima di punggung tangannya...
Tapi segera Luphieta menarik tangannya...
Tak ingin memberi Bima harapan kosong...
...
Matahari di balik jendela sudah Tak lagi nampak sinarnya,
Jam di meja kerja Luphieta menunjukkan pukul 18:00.
Berkas2 Disain masih berserakan. Engga Luphieta meninggalkan pekerjaannya, karena baginya saat ini .. bekerja bisa mengalihkannya dari siksa karena melamunkan Bima.
Luphieta meraih telepon genggamnya diatas meja.
Baru saja SMS dari Keyko mengabarkan kalau dia sudah menunggu di Pizza Hut.
segera. ia merapihkan mejanya .. mematikan komputer .. kemudian menunggalkan meja kerjanya.
Luphieta menghampiri ruangan Mrs Laura,
"Mrs ... Can i go now?"
" O.. Its u Luphieta.. Come
Saya.. Ingin sedikit bicara "
"OK mam .."
Luphieta duduk dikursi depan Meja kerja Mrs Laura.
"Luphieta.. Kapan kamu libur sekolah?"
" Desember Mam... About 2 month again"
Wajah Mrs. Laura yang cantik itu nampak gembira mendengar jawaban Luphieta
"Great..!!"
"What 's the matter mam ?"
" Well.. I have a plan during u're School holiday..itu kalau Luphieta tidak ada acara keluarga"
"Ada project baru kah ? ... Tentu saja .. Saya tidak keberatan..i luv having holiday activity .."
"No..No.... Bukan project baru.
Do u know.. Mamola boutique dapat undangan di event Jakarta Fashion Week ... I want u To help Me for That event.."
Raut wajah Luphieta tak bisa menyembunyikan kegembiraannya ..
" wow..! Jakarta Fashion Week !! Tentu saya amat sangat mau Mam ... I love it So much ...
Thanks for This oportunity Mrs. Laura .."
" hahaha... No thanks To Me ...
Saya yang terima kasih buat Luphieta"
" u're Welcome Mam.."
" OK .. Besok kita bicara lagi ..Luphieta bisa pulang sekarang ...
But... Sudah 1 Minggu ini.. I see Luphieta came Here by Taxi .. What happen between u and .."
" Bima..."
"yeah... That handsome guy ..Bimha.."
" nothing .. Just .. Little anggry With him.."
" Luphieta ? Anggry..?? Hahaha i don't think So...
Bimha pasti bikin salah besar sama Luphieta"
Luphieta tersenyum.. Ternyata Mrs Laura hafal benar sifatnya ..
"i'm OK ... No big Deal mam..."
"Mulai besok.. Luphieta dijemput ya... I already told my driver to pick u up.. Setiap hari..saya harap Luphieta tidak menolak.. Ini untuk kelancaran boutique saya juga .."
Senyum cantik kembali menghiasi wajah Mrs. Laura.
"Wah terima kasih sekali Mrs. Laura.."
" OK .. Sampai hari Senin... Have a nice weekend
Luphieta"
" selamat akhir pekan juga Mam.. Saya pulang dulu .."
" OK becarefull .."
Luphieta, meninggalkan ruangan Mrs Laura dengan riang...
Liburan sekolah yang sebelumnya dibayangkannya ًbagai siksa... Kini berganti menjadi sebuah rencana keren... Tak sabar rasa hati untuk segera bercerita pada Keyko...
Lagi pula keyko Khan model langganan Boutique Mrs Laura ..
Sudah terbayang liburan keren bareng Keyko...
Sepanjang jalan dari Mamola Boutique ke pizza Hut, Luphieta melamunkan rencana liburan bersama Keyko..
Membuatnya Tak terasa sudah sampai di Depan pizza Hut.
Bersamaan dengan Luphieta yang melangkahkan kaki masuk ke dalam pizza Hut, nampaknya seorang lelaki juga melakukan hal yang sama dengan Luphieta..
Membuat Luphieta terpaksa menghentikan lamunannya dan memberi kesempatan lelaki itu masuk terlebih dahulu.
" mbak dulu saja.."
Logat Jawa sopan terucap oleh lelaki itu.
"Makasih .."
Tak lupa Luphieta memberikan senyum.
Tak sengaja mereka beradu pandang..
Dan untuk beberapa saat Luphieta tertegun.. Ada sesuatu yang menahan pandangannya pada lelaki sopan itu...
Begitu juga lelaki itu .. Melakukan hal serupa dengan Luphieta
Sampai tiba2 ada suara memanggil Luphieta
" Phie.."
Kaget , membuyarkan pandangan Luphieta pada lelaki sopan itu. Terlebih Bima mendadak sudah berdiri di depannya.
"kita duduk di sana .."
" aku ke Keyko dulu ya... Kamu dulu aja .. Aku menyusul.. Janji.."
" OK .. Jangan lama ya"
Luphieta hanya mengangguk dan segera meninggalkan Bima .. Matanya memeriksa tiap sudut ruangan mencari Keyko...
Di sudut ruangan Keyko melambaikan tangannya ..
Bersama Keyko; Luphieta melihat 2 lelaki yang duduk di meja yang sama.
Segera Luphieta menghampiri Keyko..
" hai ...."
Keyko menyambut Luphieta dengan pelukan .. Ia lega melihat Luphieta jauh lebih tenang dibanding beberapa hari yang lalu ...
2 laki2 yang duduk bersama Keyko pun berdiri ..
" Masih ingat aku Khan ??"
" iya lah .. Dimaz Khan .. Usilnya Udah sembuh kah ??"
" ha..ha..ha.."
Dimaz tergelak ..
" kenalkan .. Ini sahabatku .."
Luphieta tertegun.. Lelaki sopan itu....
" malam .. Kita tadi sudah ketemu kok di Depan ...
SayaRhiesqy"
Lelaki itu menjabat erat tangan Luphieta.
" Luphieta .."
"Mau pesan apa Phie?...aku sudah pesanin lasagna yang kamu demen banget itu yaaa..."
Luphieta mengangguk .
" Key.."
"Hmmm... Apa?"
" Ada.. Dia..."
" siapa?"
" .... Bima..."
Lirih Luphieta mengucap nama Bima.
" hah..!!!"
Setengah berteriak Keyko menanggapi Luphieta
" mau apa lagi dia?? Kurang jelas apa aku kemarin ngomong ke dia ?"
" hey... Kok kamu yang emosi .."
Luphieta tersenyum..
" abis gemez... Kok ada ya laki2 kayak gitu.."
Luphieta memberi isyarat dengan meletakkan telunjuk Nya ke bibir..
" malu tuch Ama Dimaz dan Rhiesqy..."
Luphieta melirik pada kedua laki2 yang duduk di depannya sambil melempar senyum manis nya.
" Tunggu bentar yaaa...aku berresin dulu masalah ku degan Bima.."
Luphieta beranjak dari meja Keyko..
Menuju meja Bima...
Dari kejauhan, Bima sudah berdiri dengan senyum menanti Luphieta...
Dengan menahan gemetar.. Luphieta berjalan perlahan menghampiri Meja Bima.
dan kemudian.. ia sudah duduk di depan Bima ..
Untuk beberapa saat luphieta tak juga bicara, ia tak ingin menangis di depan Bima.
Setelah beberapa kali menghela nafas panjang ..
perlahan Luphieta mencoba bicara..
".... Kamu .. Jahat Bim..."
" aku tau... Maafkan..."
" sudah termaafkan kok... Tapi bukan berarti kita masih bisa bersama..."
"Phie... Aku janji... Itu tak akan terulang lagi... Aku khilaf ..."
Mereka berdua terdiam lagi .. untuk beberapa menit,
" boleh tanya..?"
"apa aja Phie.."
" Knapa ... ? Kamu .."
Luphieta kembali menghela nafas dan berharap air matanya tak jatuh ke pipi.
"kenapa...kamu cium perempuan itu? ....aku pikir kita bisa saling percaya.."
Bima meletakkan kedua tangannya di dagu.. kemudian menyingkap rambutnya dengan kedua tangan, dari muka ke belakang... mencoba menenagkan diri .. Ia tahu, gadis di hadapannya sudah tersakiti.. oleh apa yang sudah diperbuatnya.
" ...Jujur...aku... Ingin peluk Phie ... Ingin cium Phie ..
Tapi .. Khan Phie.."
Luphieta menngeleng2 kan kepalanya..
" Bima Khan sudah tau alasan Phie ...
Phie ingin Halal dulu buat Bima..."
"Aku .. "
" Kita mungkin saat ini belum berjodoh ...
Kita.. Tidak usah bertemu lagi....Phie bukan yan terbaik buat Bima ... siapa tahu gadis itu yang terbaik buat Bima ..."
Susah payah Luphieta menahan air mata agar Tak semakin nampak oleh Bima jika Ia masih sangat cinta.
"Tapi... Phie..."
Luphieta segera berdiri, berusaha mengakhiri pembicaraan mereka berdua...
Tapi tangan Bima menahannya ..
" Bima ... Lepaskan..."
Bima menggeleng..
" Bima.... Kumohon..."
"Tak akan ku lepas.."
"Bima...kumohon.. Lepaskan.."
"tidak.. Sampai kamu berjanji Tak akan menjauh dari ku..."
Bima memeluk erat Luphieta dari belakang ..
desah nafas Bima membuat Hati Luphieta berkecamuk ..
ingin rasanya ia membalikkan badan dan menghapus semua salah langkah Bima ..
tapi .. Luphieta tak yakin apakah itu terbaik baginya atau malah hanya akan membuatnya lebih tersakiti lagi
"Bima ... lepaskan ..."
"tak akan .. sampai kamu janji.. akan selalu disisi ku .."
Hampir putus asah Luphieta memohon ,ketika tiba2 Rhiesqy datang menghampiri Nya...
" Maaf .. Apa laki2 ini mengganggumu ?"
"Jangan ikut campur ..!"
Setengah menggertak, Bima menjawab..
" memang kamu siapa ?!?"
Luphieta, akhirnya berhasil melepaskan tangannya dari genggaman Bima..
Segera diraih lengan Rhiesqy.
" aku kesini dengan dia... Tidakkah kamu lihat... Kami datang bersama Khan ...jadi ... Kumohon.. Jangan ganggu aku lagi... Dan slamat tinggal.."
Segera Luphieta menjauh dari meja Bima, sambil tetap bergelanyut di lengan Rhiesqy.
meninggalkan Bima yang tertegun..
Luphieta segera menjauh dari Meja Bima, dan tak lagi menoleh ke belakang, karena ia sibuk menahan butir air mata yang setiap saat siap meluncur deras dari matanya.
Luphieta perlahan menjauh dari meja Bima sambil tetap bersandar di sisi lengan Rhiesqy.
Dan setelah sampai di meja Keyko.. Luphieta melepas tangannya dari lengan Rhiesqi,
" makasih banyak..maaf tadi aku..."
" gpp .. Senang bisa bantu ..."
Keyko berdiri sambil menatap Luphieta...
" Phie.. Kamu gpp Khan ..?"
Susah payah Luphieta menghadirkan senyum untuk Keyko,
" ngga apa2... Lama2 juga biasa tanpa Bima ..untung ada Rhiesqy.. Bantuin.."
" kebetulan ..."
Rhiesqy memandang Luphieta .. ada sesuatu yang membuat nya ingin menghibur Luphieta ..
peristiwa tadi ... membuat Rhiesqy berpikir .. bagaimana mungkin laki2 itu bisa tega menyakiti perasaan Luphieta..
Meski baru beberapa saat kenal dengan Luphieta, Rhiesqy merasa, gadis itu sosok yang menyenangkan.. membuatnya ingin mengenal luphieta lebih dalam. Sejak tanpa sengaja ia hampir berbarengan masuk ke cafe tadi..Rasanya ada sebagian diri Rhiesqy yang terbawa oleh Luphieta..
"Dimaz .. Dalam rangka apa nich ke Bali ?"
Luphieta mencoba mengalihkan pembicaraan.
"pengen jalan aja .. Besok libur Khan ?"
Mendadak Luphieta teringat berita gembira yang tadinya Tak
Sabar ingin dibaginya dengan Keyko..
"Key... Kalo' kita liburan nanti ke Jakarta..?"
"Ih .. Ngapain..Tabungan lagi mengenaskan nich ..
" Justru supaya tabungan berisi lagi. Key.."
"..?? Caranya..?"
"ada...Dech ...Ha ha ha... "
" Iihh... Suka Dech kalo
Lihat aku penasaran.."
" besok Dech ... Aku cerita sambil jalan2 bareng tamu jauh kita .."
"janji ya .... hiks .. nanti malem ngga bisa tidur nich gara2 luphieta.."
Keyko memasang mimik lucu.. Ia sengaja,
Keyko tahu meskipun ada senyum menghias di wajah Luphieta, yang sebenarnya sahabatnya itu saat ini sedang terluka..
Rhiesqy menyela..
" Besok Kita ke pantai yuk... Ada saran?"
"Mauuu....ke Nusa Dua aja ya Phie..."
Usul Dimaz.
"kan Kemaren waktu Dimaz kesini ..
Udah dianter ke Nusa Dua ? Ngga bosen?"
" ngga lah.. Kalo kesananya bareng Luphieta.."
"Key.. Dimaz tuch.. Mulai Dech...Usil .."
Keyko hanya tertawa ..
tanpa disadari Luphieta .. ada perubahan raut wajah pada Rhiesqy, .. cemburu .. dengan kedekatan Luphieta dengan Dimaz.
Gelak tawa mereka terhenti oleh pramusaji yang membawakan menu pesanan.
Hidangan sudah tersaji di Meja,
Keyko, Luphieta, Dimaz dan Rhiesqy pun menikmati pesanan mereka masing-masing.
Sesekali ddaintara mereka saling melontarkan lelucon.
membuat suasana malam jadi semakin menyenangkan.
Kehadiran Keyko dan teman-teman baru, bagi Luphieta bisa jadi penghibur lluka hatinya.
kehilangan Bima, disadari Luphieta sudah mmbuat hatiny terkoyak, terluka.
Setengah hatinya amat tidak rela harus melepas Bima, rasanya ingin dibuangnya jauh segala ingatan yang sudah membuat hatinya luka.
tapi ...
ada bagian hatinya yang lain, juga tidak rela membiarkan Bima memiliki hatinya, karena ia juga tak yakin hanya hatinya yang dimiliki Bima..
Luhieta tak rela membagi Bima dengan siapapun.
Wajah Luphieta memang sesekali tersenyum menanggapi lelucon Keyko, Dimaz dan Rhiesqy.
Tapi itu hanya untuk menutupi kegalauan hatinya.
Dan ...Luphieta tak menyadari, sesekali Rhiesqy memandanginya dengan penuh arti...
sampai untuk beberapa detik mereka berdua beradu pandangan, menghadirkan rasa yang tak bisa dibendung memenuhi ruang hati..
membuat Luphieta merasa hanyut untuk sesaat..
Luphieta segera mengallihkan pandangannya dari Rhiesqy, tak ingin rona merah yang entah mengapa mendadak dirasakan muncul di wajahnya terlihat oleh Rhiesqy.
Luphieta menuunduk.. membuat rhiesqy sedikit kecewa tak lagi bisa memandang wajah cantik itu.
"Dimaz di Hotel atau di rumah Keyko?"
Tanya Luphieta sambil sibuk menutupi kikuknya di depan rhiesqy
"Aku di Rumah Key.. Rhiesqy tinggal di hotel .."
Luphieta mengalihkan wajahnya pada Rhiesqy mencoba tak kikuk saat beradu pandang.
" di Hotel Mana?"
"haha .. Bukan Hotel.. Homestay.. Di daerah Renon.."
" wah dekat tuch Ama rumah.."
"nanti kita antar Keyko dan Dimas dulu Yaa... Trus baru aku antar Luphieta.. Boleh?"
penuh harap Rhiesqy bertanya pada Luphieta
"boleh ...banget malah .."
"ha..ha..ha.."
Rhiesqy tergelak.
kalau saja tak ada siapa2 di hadapannya.. sudah pasti ia akan bersorak girang .. bisa mendapat kesempatan mengantar Luphieta.. itu artinya, ia bisa mengenal Luphieta lebih dalam .. dan ada harapan untuk bisa menjalin hubungan lebih dekat dengan gadis itu.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar